Showing posts with label Catatan. Show all posts
Showing posts with label Catatan. Show all posts

Thursday, July 21, 2011

Intuisi

Mengalahkan diri sendiri adalah hal yang sangat rumit kita lakukan dewasa ini. Perkembangan zaman telah merubah gaya hidup masyarakat Indonesia. Teknologi yang semakin maju telah memperbudak masyarakat kita menjadi konsumtif dan ketergantungan. Tidak usah di pertanyaan lagi mungkin dari sebagian kita sudah mengalami, bahkan tidak pada tempatnya, sering kali waktu kita di habiskan di depan layar komputer, laptop, hp. akan tetapi ada sisi baiknya, meringankan pekerjaan, komunikasi kita menjadi mudah dengan khalayak banyak, keluarga, transaksi jual beli, Jejaringan sosial (Teknologi informasi). Jika kita putar balikkan lagi ke masa order baru seperti zaman pemerintahan Presiden Soeharto. Negara kita begitu klasik perkembangan pesat akan SDM masih bisa di banggakan. Kemajuan untuk maju luar biasa untuk diri sendiri, maupun bangsa ini. Perubahan-perubahan yang terjadi dari zaman Soeharto hingga saat ini sangat berbeda sekali..
Kita lihat saja dari sisi kepribadian masyarakat Indonesia :
- Konsumtif
- Di perbudak oleh teknologi yang semakin maju, sehingga membuat kita menjadi malas untuk bergerak..
- Menundak waktu (terbuang cuma-cuma)
- Tidak dapat mengambil keputusan tepat, masih berpikir..
- Gaya hidup yang berlebihan (mencoba menyesuaikan diri dengan orang lain. menekankan dirinya agar bisa seperti orang lain)
- Memaksakan kehendak

Semoga perubahan ini tidak menjadi penghambat buat kinerja dalam menggapai suatu Prestasi!

Monday, May 23, 2011

Gambaran hidup kaum jelata

kaum jelata berbeda dengan kaum Priyayi adalah 'jihad intelektual' Umar Kayam tentang seseorang dalam menjalani fungsi kemanusiaannya. kaum jelata tak lagi percaya akan keadilan di Negeri ini menindas dan memperkosa hak!! janji-janji calon pemimpin hanya untuk pemanis menyakinkan rakyat akan visi dan misinya " tak ada janji tak ada pilihan". istilah yang saya dapat selama ini tikam menikam untuk mewujudkan obsesinya layak kaum misionaris tepat sasaran ibarat sniper elite  Menghitung jarak dengan target, elevasi dan pergerakan angin dan melepaskan bidikannya. hidup ini seperti kerasnya batu karang begitulah kata seorang kaum jelata bertahan hidup demi mendapatkan impian mereka. berbagi dalam hal human solidarity masih tertanam berbeda dengan pemimpin diktaktor mengandalkan kekuasaan "sistem bobrok". Proses demi proses dibawah kaki raja dibumi ini masih kah ada keadilan tanpa ada perbedaan status sosial yang membunuh karakter bangsa.

Doa kaum jelata, Kepentingan diatas kepentingan politik!!
Tuhan Orang-orang tak lagi percaya keadilan di negeri ini karena tiap hari di suguhi kerak nasi.
Tuhan tiap tahun kami membayar pajak tapi orang miskin, anak terlantar, dan pelacuran makin subur di negeri ini. janjimu itu melebihi apa yang diberikan oleh Tuhan selama ini. berkacalah Negeriku....

Wednesday, March 30, 2011

Syarat nilai kehidupan

Di sudut kota itu nampak se-gerombolan komunitas,seniman,pengamen,tukang parkir begitulah suasana malam jogja yang tak kunjung sepi oleh keramain. berpikir, duduk termenung sendirian tak tahu harus berbuat apa? ketika melihat sekumpulan para pengamen jalanan membagikan hasil uang recehan dalam kelompok mereka. mungkin tak begitu besar jumlahnya bagi kita,tapi bagaimana cara mereka menghadapi gejolak kerasnya hidup di jalanan demi sesuap nasi dan membangun pergaulan dalam sekumpulan pengamen itu sendiri adalah nilai yang sangat berharga bagi pribadi saya sendiri. Ilmu yang mereka dapat mungkin tidak seberapa! namun bagiku itu adalah hal wajar dalam menyinggapi hidup ini dan mereka luar biasa bisa bertahan hidup jauh dari fasilitas lengkap,kemewahan dll. sejatinya para pengamen jalanan syarat akan nilai kesabaran dalam menjalani rutinitas hampir setiap hari melakukan pekerjaan itu dan kadang mereka sedikit mengkerutkan muka ketika tidak di beri uang dengan melantunkan gitar bolong lirik "rakyat kecil semakin kecil,para koruptur semakin buncit tak pernah puas".

Melihat rutinitas mereka saya berpikir apa yang aku dapatkan sepanjang perjalanan hidupku ini belum seberapa masih banyak ke kurangan dan hanya mengutamakan nafsu untuk mendapatkan sesuatu hal,syarat nilai kehidupan tentang budaya,sosial,adat,lingkungan sangat berpengaruh dalam mengembangkan karakteristik seseorang serta pola pikir. perasaan dan logika harus seimbang ketika kita menghadapi suatu masalah tanpa berpikir pendek membuang jauh ke egosian merasuki jiwa dan pikiran agar tidak salah melangkah mengambil keputusan. berbeda dengan orang yang disiplin tinggi,tapi sebagian besar sepanjang sejarah perjalanan saya, mereka hanya memikirkan dirinya sendiri demi kepentingan meraih masa depan menjauh dari kebisingan disekitarnya, dua sisi berbeda itu tidak bisa di salahkan,krn setiap orang punya impian masing-masing dan itu gaya hidup manusia modern sekarang ini. bertata rias di depan kaca agar tampil lebih sempurna depan orang banyak tanpa memikirkan pola pikir orang lain! banyak kebencian,tipu-menipu,saling menikam,memperkosa hak,cinta. itulah warna kehidupan.

Penggalan kisah ini hanya sedikit sejarah kehidupan yang saya dapat dan belum bisa saya mengimplemtasikan di ragaku,jiwa serta pikiranku. sebagian orang berkata itu tidak baik,merusak hati nurani,protes,menyalahkan dan menyalahkan akan tetapi apa yang mereka katakan belum tentu mereka bisa mengimplementasikan atas perkataan itu..!!"Menyalahkan sistem pemerintahan" disinilah tolak ukur bahwa manusia itu tak pernah puas!!

Manusia berakal sehat tak mendengar hati nurani
Nurani menjerit manusia tak pernah puas tak ada batasan

Batasan menderita manusia melarat!!

~Taufiqphb~