Showing posts with label Altar Kerinduan. Show all posts
Showing posts with label Altar Kerinduan. Show all posts
Thursday, February 9, 2012
Altar Kerinduan #3 Stasiun_Pergi untuk kembali
By : Ridho, Eka, Taufiq
Kasih ku akan pergi
meninggalkan dirimu di sini
keretaku akan segera tiba
mengantarku kedalam mimpiku..
wo ho wo ho...
saat bersamaku
ku pergi tuk mewujudkan semua mimpi didalam keinginanku
ku akan segera tiba d'kotaku
mewujudkan semua mimpi atas perjuanganku
ku ingin selalu bersamamu walau hanya untuk
"mengenang segala kerinduan tentangku & dirimu"
Altar Kerinduan #1
Altar Kerinduan #1
Nyanyian PuisiPuisi/Lyric : Taufiq_phb, Ratu Bulqiah Ulfa
Vocal : Ridho Mukti
perlahan sakit terlumat saat ragaku hilang bangkitkan aku atas perjuanganmu
kelak jemariku ini akan merayap di sela tangamu,
tanpa perlu menunggu gerimis waktu
aku menangis di pelukanmu di bawah rintihan hujan
boleh minta tolong? jangan terlalu sebentar bersamaku.
itu saja…
bila waktu dapat berbicara, dan angin bisa menyampaikan kerinduanku akan tentangmu
hingga menusuk masuk di telinga, hingga menancap di hatimu.
hapus semua keraguan akan tentangku
ku harap menjadi ringan seperti kapas, agar angin bisa meniupku sedekat kau bernafas…
ku harap kisah kita tak berakhir di kotaku
Di kotaku.
Hujan dijadikan cindera mata Boleh kau bawa pulang, Tapi buat sendiri pelanginya
Aku tak bisa menggengam sendiri, aku butuh bantuanmu
matamu terlalu ampuh, aku seketika lumpuh
tatap mataku, pegang erat tanganku kita berlabuh di kota Jogja
ketika waktu mengakhiri pelabuhan rindu..
Cermin jiwaku akan selalu menghantuimu disaat kamu terjaga
Saturday, February 4, 2012
Nyanyian puisi - Puncak Mahameru
Altar Kerinduan #2
Taufiq_phb feat Ridho Mukti Aji
syair/lirik :
di puncak mahameru
ingin aku kembali di pelukmu
merasakan dingin yang merambat diantara ranu kumbolo
menyaksikan ilalang yang bergoyang di hamparan oro oro ombo
yg dapat ku rasakan segar embun di puncuk cemarah
diantara indah pagi cemoro kandang
hingga aku bisa lepas dan bebas
berteriak lantang memaki hari yang memenjara sepi
tidak ada seorang pun yang menggangu
saat aku berada diantara arcopodo
aku rindu kamu, mahameruku..
aku rindu lembut jemarimu
membelai halus diantara rapuhnya frame tendaku
aku tak pernah takut akan terjal setapakmu
aku hanya takut tak sempat melepasmu rindu bersamamu
di puncak mahameru..
Subscribe to:
Posts (Atom)
